The Doom Enigma -prolog-

***

Seharusnya, asrama menjadi tempat yang indah bagiku. Namun, tidak untuk saat ini. Sebuah asrama yang dulunya adalah rumah sakit terkenal di Jakarta. Sedangkan, bangunan sekolah berada di sebelah kiri bangunan asrama. Ini semua sangat menyeramkan! Terlebih, dua hari yang lalu, seorang siswa kelas sebelas meninggal secara misterius di parkiran sekolah, tepatnya di dalam mobil yang tampak hancur. Pada akhirnya, banyak anak yang keluar dari asrama karena takut. Tapi, apa kau tahu ? Dua puluh enam anak yang keluar dari asrama langsung meninggal tiga hari setelah mereka keluar.

Hari ini adalah tahun kedua ku di asrama Cleotirta. Sudah lima puluh korban yang meninggal karena mereka keluar dari asrama. Kini, hanya tersisa kurang lebih enam ratus tujuh puluh tiga anak yang tersisa. Dan diantaranya adalah aku, gadis berumur lima belas tahun yang belum mengenal dunia luar. Penakut, tapi selalu ingin tahu. Matahari akhirnya terbenam dan bulan pun menggantikannya di temani bintang-bintang yang bertaburan di langit. Jujur saja, aku belum mengetahui pasti seluk beluk asrama ini. Dan akhirnya, rasa keingintahuanku yang besar merasukiku.

"23.45" gumam ku pelan. Aku segera memakai jaket berwarna abu-abu milikku dan berjalan keluar menyusuri asrama yang tampak suram pada malam hari. Lampu-lampu di lorong hidup dengan redup. Dan sesekali berkedip-kedip membuat ku gelisah. Aku memegang senter dengan tangan yang bergetar.
"Bruk...!" Aku tersungkur kebelakangan karena terbentur pintu yang tak kulihat. Saking ketakutannya, indra pengelihatanku menjadi buram. Aku segera membenarkan letak kacamataku, kemudian aku segera berdiri dan memandang ke arah pintu yang tadi tak sengaja ku tabrak. Sebuah pintu yang berbeda dengan pintu lainnya. Ia terbuat dari kayu dengan ukiran yang indah. Aku mencoba memegang dan memutar kenop pintunya. "Ckreak.." Sebuah cahaya yang sangat terang tiba-tiba menarikku untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Dengan susah payah aku melawan tarikan itu, namun apa daya? Aku tak kuat untuk melawan tarikannya yang begitu keras sehingga itu semua membuatku pasrah dan membiarkan cahaya itu menarik tubuhku sesuka mereka.

***

Samarr-samar, aku merasa aku sekarang duduk di atas kursi yang sangat dingin. Aku segera membenarkan posisi kaca mataku dan berusaha melihat dengan jelas. Aku terkejut ketika melihat orang-orang yang kini sedang sibuk menangani orang-orang yang terluka. Lima detik berikutnya, aku baru sadar jika sekarang aku sedang berada di rumah sakit. Aku terdiam ketika melihat seorang anak yang sebaya denganku duduk di atas kursi roda. Pandangannya tampak kosong, seperti.. Seperti tidak memiliki semangat untuk hidup. Tiba-tiba, kakiku seperti di gerakan layaknya robot mainan. Aku berjalan menghampirinya, dan kau tahu apa yang aku lihat? Ia telah meninggal! Sebuah kaca yang ukurannya cukup besar menancap di punggungnya. Darah mengalir dengan derasnya. Tiba-tiba semua orang berhenti melakukan aktifitasnya. Waktu seperti berhenti bergerak, dan aku pun kembali pingsan.

***

Aku membuka kedua mataku. Sepuluh detik kemudian, aku baru sadar bahwa aku bermimpi! Mimpi yang cukup menyeramkan. Aku menoleh ke arah kiri, tampak Kat yang kini sedang bersiap-siap pergi ke sekolah. Tapi, tunggu dulu! Ia membawa koper juga.

"Kamu mau kemana ?" tanyaku.

"Pulang.." jawabnya cepat.

"Apa ?! Jangan! Tolong jangan pulang.. "

"Tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa denganku.." Ia tersenyum padaku dan segera menarik koper berwarna abu-abu keluar asrama. Aku terduduk cukup lama di atas kasur, larut dalam lamunanku yang terus saja memikirkan Kat yang baru beberapa menit keluar dari kamar. Aku menghela nafas panjang dan segera meraih handuk untuk pergi mandi. Namun..

Aku yang baru saja berdiri langsung kembali duduk karena kaget melihat Chia membuka pintu kamarku dengan kasar tanpa permisi.

"Kat kecelakaan!" serunya.




To be continue..




Oleh : Della Amanda Fcs

Komentar