Sayap-sayap Patah


Kepada semak perdu itu diteriakkannya, bunga-bunga ungu kecil itu telah membuatnya jatuh cinta.
Kepada riak-riak halus sungai itu dibisikkannya, tuntunlah impiannya berlabuh sampai ke muara.
Kepada guguran daun itu diratapinya, salah berharap membuatnya jatuh dan sayapnya patah.
Kepada kunang-kunang itu diceritakannya, rasanya lelah, tak berdaya, nyaris mati teronggok di tanah.
Kepada awan kelabu itu diadukannya, turunkanlah hujan supaya dapat membasuh lukanya.
Kepada pohon angkuh itu ditegaskannya, ia takkan menyerah sampai disana, ini waktu untuk mengepakkan sayapnya.
Kepada kawanan burung itu diharapnya, agar secepatnya membawa mimpinya lagi mengangkasa.

Lubuk Tarok, 16 Januari 2013 

Komentar