Ternyata Hati
Betapapun aku menipu diri, tetapi hati tak mengenal kendali.
Aku bisa saja benci seakan tak peduli, yang namanya hati tak
dapat dipungkiri.
Aku bisa saja tersenyum lepas berpuas diri, yang kudapati
hati tersayat perih.
Manakala aku menelisik hati, mencari pembenaran sejati,
kenyataannya mengharuskanku lari menjauh pergi.
Lubuk Tarok, Senin 21 Januari 2013
Komentar
Posting Komentar