Untitled



Hari ini hampir mati
Dan aku masih menangkap bayangmu menari-nari disekitarku
Aku nyaris menyerah
Dan kamu, tetap saja jejakmu tertambat dalam fokusku

Bisakah kamu berhenti?
Menyiksaku dengan ilusimu, begitu?
Bahkan, dalam detik-detik kepasrahanku
Disaat aku yakin takkan ada lagi kamu

Tapi mengapa semua berkhianat?
Malampun menarikku dalam kegelapan pekat
Dan kamu timbul tenggelam diantara sekat

Tidak adil bagiku..
Aku yang mulai menepi mencoba berhenti
Dan kamu kembali dalam usahaku untuk mengakhiri
Gema suaramu masih dalam jangkauan dengarku
Tawamu masih terekam dalam benakku
Udara kosong berulang kali meneriakkan namamu
Telingaku tuli terus dijejalkan segalanya tentang kamu
Sarafku buntu, dan hatikupun tak bisa membantu
Dimana jalan yang tersisa, hingga aku terbebas dari kelumpuhan ini..
Itu semua karena kamu!

Sekali lagi, tak bisakah kamu pergi?
Sungguh, aku tak sanggup lagi
Mengharapmu, lalu segalanya menjadi tak pasti
Rasanya mematikan
Memikirkanmu..  sedangkan kamu semu
Hei,  kamu!
Aku mohon, enyahlah..

28 Desember 2012

Komentar