Otanjoubi Omedetou, Shei

Teruntuk Shiela..

Sosok Imouto yang tak pernah terduga. Meski belum pernah bersua rupa, namun pernah menjelma serasa nyata, menyemai benih dan mengakar pada memori.

.

.

Pun sampai sekarang aku masih belum paham bagaimana kita bermula hingga tercipta hubungan aneh nan manis ini. Saat itu aku bersembunyi dibalik topeng “Kaito”, sedang kau memakai topeng “Yukiko”. Kita dan para pemakai topeng lain sama-sama berjuang untuk tujuan serupa. Namun, dari sana, aku belum benar-benar mengenalmu.

Aku tak pernah menyimpulkan bentuk kesamaan kau dan aku hingga berbuah kecocokan, selain kita sama-sama penyuka Detektif Conan. Tiga tahun menguap sudah, aku tak menemukan adakah kita sekali saja berbincang mengenai kesukaan. Lembar memori lebih merinci bentuk hubungan aneh yang lebih mendekatkan.

Adalah aku; sosok kakak sok dewasa, dengan pongah selalu berceramah klasik saat kau memuntahkan buncahan rasa dengan menjadikanku tempat sampah. Kau; serupa adik penurut nan manis, dengan polosnya merendengiku beragam kisah. Ritual wajib kita melalui perantara pesan singkat. Tentang kau yang bersemu dengan rasa, dan aku menanggapi sekadarnya, karena pengalamanku tak lebih dari membaca fiksi belaka. Dibalik betapa absurdnya jalinan itu, aku mengagumi setiap potongan yang kau tuturkan. Merasa lega kala kau berdebar, juga turut resah saat rasamu kalah.

Hei, Imou! Sekalipun kita belum pernah bersua, pertemuan maya kita belakangan pun tak penuh jika kita menghitung dengan jemari yang lima. Namun, dari sekian mimpi yang kupunya, pernah terucap suatu saat kita pasti bersua. Entah, jika mimpi itu enggan menjelma nyata, percayalah, antara aku dan kau yang selama ini tercipta, kita bisa menerjemah hingga terasa manis. Tak seorang pun dapat menerka rupa apa yang akan berwujud kemudian. Kita bisa memoles kenangan, untuk disimpan, juga dinikmati masa depan.

Esok, saat matahari mengendali, kau akan bertempur lagi entah untuk keberapa kalinya dalam beberapa waktu belakangan. Namun kali ini adalah gerbang akhir yang harus kau taklukkan sebelum melepas masa sekolah yang tentunya sangat berharga. Aku ingin kau menjadi pemimpin perang, memegang kendali dengan amunisi sempurna. Semoga kau menang dengan gemilang, seiring bertambahnya umur yang akan mendewasakan.

Otanjoubi omedetou, Shei. Semoga Tuhan, dan kebaikannya menyertaimu selalu ^^

.

.

13 April 2014, 2.09 AM

Ranne

Komentar