Gadis Angin dan Lelaki Perutuk Hujan [another version]
Kunjungan singkat
ke masa lalu membuat hati kembali tak tahu diri—debarnya menggema di luar
kendali.
Gadis itu masih di sana. Ia merasa bebas mencintai angin
sepuasnya. Walau sebenarnya ia mati-matian mengabaikan satu hal; angin tak
pernah mampu dicapainya.
Ada seorang pemuda sejak lama resah. Berkali-kali merutuki sebanyak
yang ia bisa. Tak peduli hampir semua orang-orang di sekitarnya memuja; hujan.
Bagaimana jika
debar ini tak ingin berhenti meski aku tahu harapan tentangmu terlampau tinggi?
.
#NulisRandom2015
[6]
.
.
Padang, 9 Juni 2015
Ranne~
Komentar
Posting Komentar