Tentang Memelihara
Ada yang bilang, masing-masing dari
kita memelihara perasaan dengan cara yang berbeda-beda.
Katanya,
“Seperti aku—biarkan ia melayang-layang dibuai angin, dan orang lain juga turut
merasa.”
“Huh?”
“Iya,
tak sepertimu yang berusaha menutupi rapat-rapat.” Ada jeda sejenak. Hanya ada
helaan napas singkat sebelum kembali ada suara. “Jika kau timbun semakin dalam,
kau tak mendapat apa-apa saat mengejarnya kembali.”
Telak.
Jika rasa ini kusimpan rapi-rapi, akankah
debar yang tercipta masih serupa kini?
.
#NulisRandom2015
[3]
.
.
Padang, 4 Juni 2015
Ranne~
Kau dengan perasaan terpendammu itu (sebut saja itu cinta), jika memang itu yang membuatmu bisa bernostalgia dengan laptopmu yang tak lagi sanggup hidup tanpa berplasenta ke colokan listrik itu, maka lanjutkanlah..
BalasHapusAh, ajakan mu malam itu (malam saat tulisan mu ini lahir) membuatku mulai berpikir "ada benarnya juga, terkadang memendam rasa ehemmm juga" ahahah.
Mari menulis Mbel..
Haaaaaaahh~ *cumabisanariknapaspanjang*
BalasHapusSori komen lo baru kebaca Mbel ^^)v