Menyerah--?

Terkadang debar yang bertalu-talu dalam dada serupa lonceng yang berdentang dari kejauhan, juga kesunyian. Bunyinya menggema berulang-ulang. Memantulkan suara pengharapan sumbang, seperti tercekik di tenggorokan. Pikirku, "Jika semenyedihkan ini rasa yang kupunya, haruskah aku menyerah sampai di sini saja?"

.
.
Padang, 7 September 2015
Ranne~

Komentar