K
Aku mengenalmu pada suatu cerita—
.
Percayakah kau jika
kukatakan bahwa serangkaian peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari alur
kisah yang telah ditulis Tuhan. Dan kita adalah pemeran utama pada cerita kita
masing-masing.
Dalam kisahku, aku adalah
seorang gadis yang tersesat ke sebuah negeri ajaib. Tempat di mana aku
menemukan hal-hal serupa manusia-manusia mungil dengan mudahnya menangis
begitupun tersenyum, para peri bergigi tajam dan memiliki sayap seperti kupu-kupu,
serta daun-daun dengan suara melengking nyaring yang meribut sepanjang hari. Entahlah,
saat ini aku berusaha memainkan peran sebagaimana mestinya, agar aku bisa
secepatnya mengetahui seperti apa jalan cerita kisahku.
Sedang kisahmu,
mungkin saja kamu seorang putri dari sebuah kerajaan yang tenteram. Tanah
kerajaanmu begitu subur, hingga hasil buminya melimpah. Masyarakat pun hidup
dengan damai. Sebagaimana takdir kerajaan, tentulah kau sebagai pewaris satu-satunya
dituntut untuk melanjutkan tahta. Tapi karena kau perempuan, tak ada jalan lain
kecuali kau harus menikahi seorang pangeran dari kerajaan lain. Kata mereka, ini
demi kebaikan bersama.
.
Seperti alur cerita
yang sudah-sudah, masing-masing kisah menemui tanjakan, persimpangan, sebelum
bermuara pada akhir yang telah ditentukan. Entah itu sesuai dengan apa yang
diharapkan, atau sebaliknya. Tapi yang pasti, semua akhir yang diperoleh, tidak
terlepas dari apa yang telah diusahakan selama perjalanan—tentu saja karena
Tuhan adalah penyunting paling ulung.
Aku membayangkan kisah
kita pernah bertemu pada suatu bab yang sama. Tersangkut pada reranting kering,
yang saat itu tengah kukagumi. Dan kau merupakan pemilik hutan yang tengah
kusinggahi. Aku tak tahu persis, apakah aku masih seorang gadis yang tersesat
di negeri ajaib—entah bagaimana rasanya hari-hariku dikelilingi tumpukan boneka-boneka
kertas yang menuntunku melakukan apa saja. Lalu kau, apakah kau masih memimpin
rakyatmu sebagai seorang ratu?
.
Ini adalah janji tahun lalu yang belum berwujud. Pada teraan
penanggalan hari ini—bulan yang kerap kali kuulang dalam ucapan, karena begitu
dekatnya dengan hujan, sesuatu yang bisa dikatakan sebagai kesukaan. Entah ini
bisa dikatakan sebagai persembahan, apa saja.. tapi ini murni kutuliskan untukmu,
untuk penebus hutang yang berlalu, untuk apa saja yang bisa dinamai melalui
sepenggal ini.
Selamat K, tetaplah menjadi pemeran utama yang hebat. Sehingga
nanti kau memiliki akhir kisah yang kauinginkan, dan tentu saja sudah
dipersiapkan oleh Tuhan.
.
.
Padang, 12 Juni 2016
Ranne~
Mau juga donk dituliskan sesuatu dari Ranne. Hehehehe
BalasHapus