Re
Aku
selalu gagal menjadi sosok yang lebih peka, lebih peduli, atau lebih-lebih
lainnya yang bukan sebuah kebiasaan buruk, dan sialnya itu selalu bersangkutan
denganmu. Semisal hari ini, lagi-lagi aku gagal menjadi “lebih manusia” dengan
melupakan janjiku.
Dear,
Re..
Terkadang, aku amat ingin segera berjumpa dengan
masa depan. Akan seperti apa aku bertahun-tahun kemudian? Akankah aku masih
dapat “melabelimu” sesuka hati; kadang dijadikan tempat berkeluh kesah, kadang
sebagai berkisah hal-hal yang tidak penting, dan lebih seringnya kurepoti
macam-macam. Ya, seperti yang selalu kuulang, selagi kau sepenuhnya masih
milik orang tuamu—sebelum ada seseorang yang mengikatmu untuk selamanya, kurasa
aku akan selalu berbuat demikian. Iya benar, aku selalu saja menjengkelkan.
Namun di satu sisi aku sama sekali jauh dari kata
siap akan hari-hari mendatang. Bertahun-tahun mengenalmu, aku masih
begitu-begitu juga, mungkin dengan segala kejelekan yang sama. Entah bagaimana
diriku di masa depan, dan jika saat itu datang, kuharap kau masih dapat
menerima seorang kawan serupa ini.
Seperti yang kau tahu, aku adalah seorang pendengar
setia dari kisah-kisah “manis” milikmu. Dan sepertinya aku paham, mengapa
belakangan aku jarang sekali disuguhi kisah-kisah serupa itu lagi. Kesibukanmu
adalah prioritas. Kau hanya ingin menghabiskan dua puluh empat waktu dengan
hal-hal yang sudah kau agendakan, apakah teori-sok-tahu-ku ini benar?
![]() |
| Kita adalah telur-telur yang baru saja menetas (Yogyakarta, awal Januari 2014) |
Terhitung hari ini, usiamu memasuki satu jenjang
kedewasaannya lagi. Yang menjadi patokan ideal bagi orang-orang untuk tidak
lagi melangkah sendiri. Apapun itu, bukankah kita percaya bahwa Tuhan sudah
menuliskannya pada halaman-halaman milik kita. Aku sangat sadar diri bahwa
keahlianku adalah menjadi sangat menyebalkan (dan kau adalah salah satu korban
paling sering), namun, bagaimanapun masalah dan juga kesibukanmu, kuharap kau
selalu dan berakhir bahagia, seperti tokoh-tokoh perempuan pada dongeng-dongeng dongeng favoritku.
.
.
Bandung,
26 Oktober 2018
Ranne~
Ranne~


Dan (lagi) kamu'menyebalkan' ran dan aku suka 😂
BalasHapusArigatou sudah berlelah utk menulis ini ran, kamu romantis yaa 😄😄
Menyebalkan? Yes, I am 😅
HapusSemoga cukup untuk menebus sikap-sikap menjengkelkan ini HAHAHA dunno why this random thing you called with romantic 😆