Wiwin
Dear, Wiwin...
Barangkali aku tak paham seperti apa perjuanganmu di sana. Bagaimana kau mencoba melebur, menjadikan jejak-jejak lama sebagai sesuatu yang bisa kau rangkai kembali agar jalanmu mudah. Aku mungkin tak pernah mengerti. Sebab yang kupahami, langit di sana sungguh indah. Ada semacam magis yang menentramkan hanya cukup dengan kau memandanginya saja. Sesederhana itu.
Win, kita semua tahu bahwa jalan yang kita lalui masing-masing tidak akan pernah sama. Ada yang sedari awal beruntung, sebab jalur yang ditempuhnya cukup mudah, dan tak membutuhkan tenaga ekstra hingga ia menemukan dimana sekiranya ia akan singgah. Ada pula yang langkah pertamanya saja sudah meruntuhkan sedikit keberanian yang ia bawa untuk perjalanan ini. Lalu, dengan apalagi ia akan meneruskan langkah? Perjalanan ini akan panjang dan tak mudah.
Begitulah aku memulai lembar pertamaku di sini. Entah, bagaimana denganmu, atau dengan yang lain. Saat ini, sekuatnya aku akan berusaha memaksa hati berdamai dengan kepala. Sebab aku tahu, aku mudah sekali jatuh oleh hal-hal remeh. Dan aku juga tahu, kau bukan lah seorang yang lemah sepertiku.
Aku tak akan pernah lupa, saat hari-hari kita berbagi kamar selama sisa pelatihan. Sepertinya aku tak pernah sungguh-sungguh meminta maaf karena kamar selalu kuberantaki, dan kau lah yang selalu memberesi. Juga, setiap pesan-pesan yang kau tinggalkan untukku selalu berisi kalimat-kalimat motivasi. Ah, mungkin kau lah yang paling paham betapa seringnya aku mengeluh ini itu setiap malam. Terima kasih, untuk hari-hari yang lalu.
Win, tujuanku menulis ini adalah untuk mengucapkan selamat bertambah umur. Sekalipun tanggalmu sudah berlalu, toh aku tidak peduli, haha. Kau hebat, Win. Aku yakin kau jauh lebih luar biasa dari apa yang kau kira. Ayo kita sama-sama menikmati perjalanan ini. Percayalah, hadiah dari Tuhan jauh lebih indah dari yang kita bayangkan, asal kita selalu melibatkan-Nya dalam setiap langkah kita. Aku bukan bermaksud mengguruimu, tentu saja. Sebab, hal itu pula lah yang berkali-kali kubisikkan untuk diriku sendiri.
.
.
Muara Enim, 14 Maret 2019
Ranne~
Barangkali aku tak paham seperti apa perjuanganmu di sana. Bagaimana kau mencoba melebur, menjadikan jejak-jejak lama sebagai sesuatu yang bisa kau rangkai kembali agar jalanmu mudah. Aku mungkin tak pernah mengerti. Sebab yang kupahami, langit di sana sungguh indah. Ada semacam magis yang menentramkan hanya cukup dengan kau memandanginya saja. Sesederhana itu.
Win, kita semua tahu bahwa jalan yang kita lalui masing-masing tidak akan pernah sama. Ada yang sedari awal beruntung, sebab jalur yang ditempuhnya cukup mudah, dan tak membutuhkan tenaga ekstra hingga ia menemukan dimana sekiranya ia akan singgah. Ada pula yang langkah pertamanya saja sudah meruntuhkan sedikit keberanian yang ia bawa untuk perjalanan ini. Lalu, dengan apalagi ia akan meneruskan langkah? Perjalanan ini akan panjang dan tak mudah.
Begitulah aku memulai lembar pertamaku di sini. Entah, bagaimana denganmu, atau dengan yang lain. Saat ini, sekuatnya aku akan berusaha memaksa hati berdamai dengan kepala. Sebab aku tahu, aku mudah sekali jatuh oleh hal-hal remeh. Dan aku juga tahu, kau bukan lah seorang yang lemah sepertiku.
Aku tak akan pernah lupa, saat hari-hari kita berbagi kamar selama sisa pelatihan. Sepertinya aku tak pernah sungguh-sungguh meminta maaf karena kamar selalu kuberantaki, dan kau lah yang selalu memberesi. Juga, setiap pesan-pesan yang kau tinggalkan untukku selalu berisi kalimat-kalimat motivasi. Ah, mungkin kau lah yang paling paham betapa seringnya aku mengeluh ini itu setiap malam. Terima kasih, untuk hari-hari yang lalu.
Win, tujuanku menulis ini adalah untuk mengucapkan selamat bertambah umur. Sekalipun tanggalmu sudah berlalu, toh aku tidak peduli, haha. Kau hebat, Win. Aku yakin kau jauh lebih luar biasa dari apa yang kau kira. Ayo kita sama-sama menikmati perjalanan ini. Percayalah, hadiah dari Tuhan jauh lebih indah dari yang kita bayangkan, asal kita selalu melibatkan-Nya dalam setiap langkah kita. Aku bukan bermaksud mengguruimu, tentu saja. Sebab, hal itu pula lah yang berkali-kali kubisikkan untuk diriku sendiri.
.
.
Muara Enim, 14 Maret 2019
Ranne~

Komentar
Posting Komentar