Windik


Dear, Windik... 


Jika kutanya, apakah hal yang menyenangkan ketika menjadi dewasa? Apakah menjadi mandiri dan kita bisa secara bebas mengurusi diri sendiri? Tanpa mendengar aturan Ibu yang macam-macam hanya karena masih dianggap anak kecil. Atau hal-hal semacam keinginan kesana kemari tanpa merasa harus diantar orang tua, terserah kita ingin seorang diri kah atau menghabiskan waktu bersama kawan, yang pasti kita tidak terikat dengan yang namanya usia. Kira-kira menurutmu, begitukah? 

Entah kau ingat atau tidak, dulu aku tidak pernah berandai-andai tentang masa depan. Tidak juga tentangmu, atau tentang kita. Barangkali karena telah banyak luka menganga dan dibiarkan. Tentang harapan-harapan yang tak sesuai, tentang maksud hati yang tak pernah sampai dan entah apalagi, sisa-sisa dari masa lalu yang mungkin saja menghantui hingga ke perjalananku sampai saat ini.
Aku teramat paham bahwa kau dan aku tidak jauh berbeda. Terutama bagaimana kita menyimpan dan menyikapi apa yang ketika itu merintang di depan mata. Karenanya di antara kita tidak pernah ada rahasia, sekalipun itu hal yang remeh sekali, bukan? 

Ndik, terlepas dari segala beban atau apapun kau menamainya, bagiku hal yang demikian sudah seharusnya tidak memengaruhiku kini. Mati-matian aku mencoba melepaskan. Tak mudah memang, sebab yang namanya perasaan bersalah bercampur kecewa tak begitu saja hilang kemudian tak meninggalkan bekas. Ada saat-saat tertentu ketika perasaan tak menyenangkan itu hadir kembali, dan berujung dengan aku semakin sering memaki diri. Karenanya kuharap hal seperti itu tidak pernah terjadi kepadamu. 

Seperti kebiasaan burukku, selalu saja aku menuturkan hal yang tidak seharusnya pada tulisan tidak seberapa ini. Bukankah kau selalu menerorku untuk menulis ini demi ucapan selamat ulang tahun, bukan? Baiklah, selamat bertambah usia kalau begitu hahaha semoga kau menjalani hari-hari menuju gerbang kedewasaan dengan bahagia. Apalagi yang bisa kuberikan kepadamu disaat kita tak lagi berdekatan? Kuharap persembahan kecil ini dapat menebusnya. 

Entah sejak kapan, di mataku kau tidak lagi Adik kecil yang manut saja pada segala aturan. Kita sama-sama tahu bahwa kau telah berubah menjadi seorang yang jauh lebih cerewet daripada ibu-ibu penjaga kos-kosan terutama jika kondisi kontrakan sedang berantakan. Tak hanya itu, kau juga yang kerap kali menceramahiku macam-macam di saat masa-masa kelam bersama skripsi hahaha aku tidak akan melupakan itu. 

Sekali lagi, selamat mendewasa, Ndik. Sampai jumpa pada kesempatan apapun itu nanti. Ah, rasanya aku benar-benar merindukan suara menyebalkanmu itu hahaha. 

.

Muara Enim, 22 April 2019
Ranne~

Komentar