Nita
Dear, Kak Nita...
Rasanya ajaib sekali perjalanan ini jika aku mundur ke waktu belakang. Sungguh, tak pernah terpikir aku akan sampai di sini, bertemu orang-orang baru, dan salah satunya adalah kau, Kak. Sosok tidak terduga dengan isi kepala yang membuatku takjub, dan seorang dengan segudang mimpi yang sungguh menginspirasi. Oh, kau boleh saja menyebutku berlebihan atau apa, toh begitulah cara kepalaku menyimpulkan jika ditanya seperti apa seorang Nita Juniarti.
Lupakan perihal kesan pertama, sebab aku sudah pernah bilang bahwa butuh beberapa hari untuk aku akhirnya "tidak takut" lagi kepadamu ketika awal-awal pelatihan dulu hehe pun begitu juga kebanyakaan aku saat pertama kali bertemu seseorang, seringkali tebak-tebakan awalku salah. Iya, diri mereka sebenarnya barulah "berumunculan" beberapa saat setelahnya. Dan aku sungguh berterima kasih sekali kepada yang ketika itu mengatakan bahwa kau juga berasal dari kampung yang sama denganku. Seketika ketakutanku runtuh, dan untuk sekadar menyapa atau memulai obrolan denganmu ternyata tidak semenakutkan itu hahaha
Kak, beruntung sekali rasanya sedari pelatihan dulu hingga kini aku punya banyak tempat untuk dikeluhkan macam-macam. Tempat dimintai saran. Tempat mencari panutan jika langkahku sudah terantuk lalu mudah sekali jatuh hanya karena kerikil kecil di jalanan. Kau juga mengambil salah satu peran itu, tahukah kau bertapa bersyukurnya aku? Selesainya tugasmu dan Kakak-kakak lain atas kami pengujung tahun lalu, ternyata tak benar-benar usai begitu saja. Perjalanan panjang ini masih diawasi, barangkali masih diingatkan kembali kalau-kalau langkah ini ternyata keluar jalur atau salah. Dan bagiku yang mudah sekali berkubang dengan kekelaman ini, hal demikian sungguh sebuah pencerahan.
Tahukah kamu Kak, yang membuatku begitu semangat lagi ketika sudah memasuki akhir bulan, selain pada akhirnya ponselku bertemu sinyal atau bertemu kawan-kawan, adalah pesan darimu. Yang ajaibnya lewat cerita-cerita kerenmu selalu membuatku merenung lagi dan lagi apakah yang kulakukan sudah benar adanya. Pun balasan atau keluhan-keluhanku, caramu mengingatkan dan memberi saran apa saja selalu membuatku baik setelahnya. Sepertinya, ada yang menuntun agar kepalaku tetap waras. Entah, aku tak tahu terima kasih saja akan cukup. Karena sepertinya harapanmu dan harapan dua Kakak Fasil lagi terhadap kami pastilah agar kami bisa bertumbuh sesuai harapan kalian membimbing perjalanan awal kami dulu, bukan? Dan aku teramat takut akan hal itu, hingga kini, sungguh. Sebab sudah sejauh perjalanan ini, aku belum berkembang banyak, belum memberi manfaat, bahkan masih mudah patah. Maka, disamping aku bersyukur sekali karena masih "diawasi" tadi, sesungguhnya aku juga menyimpan ketakutan akan harapan-harapan terhadapku, terlebih harapan dari diri sendiri.
Kak, sepertinya aku sudah melantur kemana-mana. Seharusnya tulisan tentang hari jadi ini adalah ucapanku tentang bertambahnya usia, namun yang terjadi malah aku tak henti-hentinya berkeluh kesah hehe mafkaaaan :( So, selamat Kak, bulan ini usiamu mendewasa satu angka. Semoga mimpi-mimpimu semakin didekatkan oleh Tuhan. Ah, selalu saja aku tak pernah bisa merangkai kata-kata manis untuk doa-doa hehe semoga kau selalu bahagia dan sehat dimanapun nanti. Selamat berjuang di lembar baru sebentar lagi, berbahagialah Kak, terutama karena ini bulan Juni hehehe seperti tebakanmu ini adalah bulan kesukaanku juga. Matahari akan terik dan sudah pasti langitnya akan cantik sekali (kau bilang kau pecinta langit juga kan? ;)
.
.
Muara Enim, 9 Juni 2019
Ranne~
Rasanya ajaib sekali perjalanan ini jika aku mundur ke waktu belakang. Sungguh, tak pernah terpikir aku akan sampai di sini, bertemu orang-orang baru, dan salah satunya adalah kau, Kak. Sosok tidak terduga dengan isi kepala yang membuatku takjub, dan seorang dengan segudang mimpi yang sungguh menginspirasi. Oh, kau boleh saja menyebutku berlebihan atau apa, toh begitulah cara kepalaku menyimpulkan jika ditanya seperti apa seorang Nita Juniarti.
Lupakan perihal kesan pertama, sebab aku sudah pernah bilang bahwa butuh beberapa hari untuk aku akhirnya "tidak takut" lagi kepadamu ketika awal-awal pelatihan dulu hehe pun begitu juga kebanyakaan aku saat pertama kali bertemu seseorang, seringkali tebak-tebakan awalku salah. Iya, diri mereka sebenarnya barulah "berumunculan" beberapa saat setelahnya. Dan aku sungguh berterima kasih sekali kepada yang ketika itu mengatakan bahwa kau juga berasal dari kampung yang sama denganku. Seketika ketakutanku runtuh, dan untuk sekadar menyapa atau memulai obrolan denganmu ternyata tidak semenakutkan itu hahaha
Kak, beruntung sekali rasanya sedari pelatihan dulu hingga kini aku punya banyak tempat untuk dikeluhkan macam-macam. Tempat dimintai saran. Tempat mencari panutan jika langkahku sudah terantuk lalu mudah sekali jatuh hanya karena kerikil kecil di jalanan. Kau juga mengambil salah satu peran itu, tahukah kau bertapa bersyukurnya aku? Selesainya tugasmu dan Kakak-kakak lain atas kami pengujung tahun lalu, ternyata tak benar-benar usai begitu saja. Perjalanan panjang ini masih diawasi, barangkali masih diingatkan kembali kalau-kalau langkah ini ternyata keluar jalur atau salah. Dan bagiku yang mudah sekali berkubang dengan kekelaman ini, hal demikian sungguh sebuah pencerahan.
Tahukah kamu Kak, yang membuatku begitu semangat lagi ketika sudah memasuki akhir bulan, selain pada akhirnya ponselku bertemu sinyal atau bertemu kawan-kawan, adalah pesan darimu. Yang ajaibnya lewat cerita-cerita kerenmu selalu membuatku merenung lagi dan lagi apakah yang kulakukan sudah benar adanya. Pun balasan atau keluhan-keluhanku, caramu mengingatkan dan memberi saran apa saja selalu membuatku baik setelahnya. Sepertinya, ada yang menuntun agar kepalaku tetap waras. Entah, aku tak tahu terima kasih saja akan cukup. Karena sepertinya harapanmu dan harapan dua Kakak Fasil lagi terhadap kami pastilah agar kami bisa bertumbuh sesuai harapan kalian membimbing perjalanan awal kami dulu, bukan? Dan aku teramat takut akan hal itu, hingga kini, sungguh. Sebab sudah sejauh perjalanan ini, aku belum berkembang banyak, belum memberi manfaat, bahkan masih mudah patah. Maka, disamping aku bersyukur sekali karena masih "diawasi" tadi, sesungguhnya aku juga menyimpan ketakutan akan harapan-harapan terhadapku, terlebih harapan dari diri sendiri.
Kak, sepertinya aku sudah melantur kemana-mana. Seharusnya tulisan tentang hari jadi ini adalah ucapanku tentang bertambahnya usia, namun yang terjadi malah aku tak henti-hentinya berkeluh kesah hehe mafkaaaan :( So, selamat Kak, bulan ini usiamu mendewasa satu angka. Semoga mimpi-mimpimu semakin didekatkan oleh Tuhan. Ah, selalu saja aku tak pernah bisa merangkai kata-kata manis untuk doa-doa hehe semoga kau selalu bahagia dan sehat dimanapun nanti. Selamat berjuang di lembar baru sebentar lagi, berbahagialah Kak, terutama karena ini bulan Juni hehehe seperti tebakanmu ini adalah bulan kesukaanku juga. Matahari akan terik dan sudah pasti langitnya akan cantik sekali (kau bilang kau pecinta langit juga kan? ;)
.
.
Muara Enim, 9 Juni 2019
Ranne~

Komentar
Posting Komentar