Dikun

Dear, Kak Dikun...


Sudah sejauh perjalanan ini membentang, rasanya sedari awal kau salah satu yang berperan banyak atas langkahku di sini. Dimulai dari kau yang adalah Kakak Fasil kelompok kami, dan aku adalah anak didik yang paling sering mengeluh, sering panikan, dan sering merecokimu berbagai pertanyaan yang rata-rata berisi ketakutan-ketakutan memulai awal perjalanan. Dan semua saran dan masukan yang kau uraikan sungguh manjur terhadapku, sehingga seiring hari-hari pelatihan berjalan, aku sudah mampu menemukan ritmeku.

Agaknya, kerjamu sebagai Fasil tak berhenti sampai disitu. Selesai pelatihan dan ketika kami sudah terjun ke lapangan pun aku masih sering merepotkanmu dengan bermacam-macam ketakutan atau dilema awal-awal penempatan, bahkan hingga kini. Entah, barangkali kau terganggu dengan segala yang kukeluhkan, atau justru kau merasa gagal sebab aku (dan kami) yang katanya tidak sebaik itu dalam proses bertumbuh. Apapun itu, aku sungguh-sungguh berterima kasih karena kau turut mengisi peran sebagai orang-orang baik yang ku temukan sepanjang perjalanan ini, orang-orang baik yang membantu berproses dan paling sering kurepoti, orang-orang baik yang aku tak tahu bagaimana untuk membalasnya suatu saat nanti.

Kak, perihal banyak sekali kejadian di belakang yang melibatkan aku dan teman-teman lain, dan kau beberapa kali terang-terang mengatakan bahwa kau dan Kakak-kakak lain gagal dalam melatih kami. Satu hal yang ingin kusampaikan; kami tak pernah menganggap kesalahan itu berasal dari kalian, sama sekali tidak. Kamilah yang barangkali salah langkah, sehingga kami berjalan di alur yang tidak sesuai dengan ekspektasi banyak wajah. Dan mungkin kau adalah salah satunya.

Seperti yang sudah-sudah, tujuanku menulis ini tentu saja sebagai ucapan atas bertambahnya usia. Selamat Kak, semoga Tuhan dan segala kebaikan-Nya menyertaimu dalam setiap perjalanan. Apapun impian dan yang tengah kau perjuangkan semoga selalu dimudahkan. Ah iya, termasuk project yang tengah kita kerjakan saat ini. Aku benar-benar berharap yang satu itu segera berwujud nyata, mengingat waktuku disini tak lagi lama, hehehe. Menuju hari-hari terakhir, mari bersemangat, Kak. Sudah terlalu lama rasanya kita berputar-putar pada masalah yang itu-itu saja, sedang kerja kita masih jauh dari kata sudah. Semoga pengujung tahun ini adalah jawaban baik untuk segala karya.

.
.
Muara Enim, 18 November 2019
Ranne~

Komentar