Andai

source: pinterest

Sejauh dari segala yang telah kita tempuh untuk menuju titik ini, kurasa kita melupakan satu hal; perkenalan.

Aku selalu ingin berkata bahwa tempatku berasal adalah cahaya terang dari sisi barat bulan. Namun kenyataannya adalah aku bermula dari rerimbun pohon-pohon yang tak tersentuh matahari. Gelap. Dan sulit sekali keluar karena harus menembus hutan pekat.

Kau tahu apa yang paling buruk? Kau harus terbiasa dan menjadikan segala hal yang berbahaya sebagai kawan. Padahal aku tidak pernah mampu.

Ketika kau bilang bahwa kawanan capunglah yang mengajarkanmu tumbuh hingga sekarang, anehnya aku percaya saja. Kau benar tampak menawan dengan sayap berkilau serupa mereka. Kau hebat sekali perihal terbang dan bisa kapan saja bertemu langit sore yang diam-diam kudamba karena tak pernah kulihat terutup rimbunnya pohon-pohon.

Haruskah sekarang aku bersuka cita saat semua sudah di depan mata? Dan ketika aku dapat menumpang sayapmu untuk sesekali menjumpai langit kala petang tiba?

Sepertinya perkenalan ini baru akan bermula di masa mendatang.

.
.

Sijunjung, 27 April 2020
Ranne~ 

Komentar