Daydream
![]() |
| source: pinterest |
Pada suatu sore berhujan yang menawarkan aroma rerumputan dan tanah basah. Selain udara yang menjadi dingin, adalah dongeng tentang anak-anak di bawah bukit dengan muka bercahaya yang membekukan waktu kita kala itu.
Lewat suara-suara bernada yang mengalun hingga ke batas lelap, ada banyak yang terurai untuk kemudian kita jahit satu per satu menjadi selimut usang, sebagai tameng supaya tidak terjaga pada malam-malam menggulita.
Ada barisan awan-awan yang mengikuti langkah kita di sepanjang kemudi tapak kaki, di bawah langit yang seolah selamanya akan membiru, juga sapaan kelopak-kelopak mungil dari bebunga yang mencuri atensi kita.
Kemudian saat aku tersadar dari buaian mimpi lalu, kau menjelma tanda tanya dan juga banyak koma, yang menjadikan cerita ini tak pernah menemui kata sudah.
Entah, sekiranya tak pernah ada pertemuan, tak pernah ada mimpi membayang, tak jua pernah ada jeda kosong yang hingga kini tak mampu kudefinisikan.
Benarkah semuanya hanya berjalan di dalam kepala?
.
.
Sijunjung, 26 April 2020
Ranne~

Komentar
Posting Komentar