Gadis Angin dan Lelaki Perutuk Hujan; Pesan

source: pinterest

Kabar itu datang seperti hujan yang tak diinginkan saat cuaca sedang bagus-bagusnya. Aku tidak ingin mempercaiyai mataku. Tapi pesan itu sudah lebih dahulu sampai ke kepalaku untuk kemudian diproses menjadi denyut yang menjengkelkan. Bolehkah aku marah? Rupanya kecewa berat sudah lebih dulu menguasaiku.

Tanpa pemberitahuan padaku sebelumnya, pemuda-perutuk-hujan-sialan! itu dengan seenaknya meminta seorang di grup komunitas untuk menjadi teman kelompoknya untuk kerjaan kami yang belum selesai.

Ah, situasi kami yang tak bertegur sapa sekarang terlihat kanak-kanak sekali di mataku. Dari awal juga bukan ideku yang membuat aku dan dia satu kelompok. Sekarang, dia ingin pergi begitu saja?

Baiklah, perkara seperti ini saja tak akan membuatku menjadi kanak-kanak sepertinya. Huh! Akan kutunjukkan nanti kerjaanku akan selesai sekalipun tanpa dia. Lihat saja nanti.

"Aku akan berdoa supaya setiap hari turun hujan. Biar tahu rasa cowok itu!" makiku kepada layar ponsel.

.
.

Sijunjung, 3 April 2020
Ranne~

Komentar