Gadis Angin dan Lelaki Perutuk Hujan; Weird
![]() |
| source: pinterest |
"Aku merindukan matahari," aku menghembuskan napas bosan dan mencari posisi ternyaman di atas bangku kayu ini.
Aku melirik pemuda di seberangku. Dia sama sekali tak menggubrisku, masih bertahan dengan posisinya semula. Membaca buku dengan kepala tertekuk. Ekspresinya susah terbaca. Namun aku tahu dia kesal setengah mati sebab hujan tak kunjung berhenti sejak pagi. Dan kami lagi-lagi terkurung di gedung perpustakaan ini bersama mahasiswa lain yang tidak membawa payung atau jas hujan.
"Aku merindukan hari cerah," ocehku lagi. Kali ini ia tampak terganggu dan mendaratkan tatapan kesal kearahku. Aku tak peduli.
"Aku merindukan.. angin," ucapanku nyaris seperti bisikan. Dan perasaan tak nyaman yang sulit dijelaskan tiba-tiba menyusup seperti udara dingin.
Anehnya pemuda itu menghentikan membacanya dan tiba-tiba memandangku dengan tatapan yang sulit diartikan.
.
.
Sijunjung, 5 April 2020
Ranne~

Komentar
Posting Komentar