Gadis Angin dan Lelaki Perutuk Hujan; Change
![]() |
| source: pinterest |
Sedikit lagi mataku menyerah pada kantuk, tiba-tiba suara pemuda ini membuyarkannya. Kusadari aku hampir saja tertidur di bangku paling pojok taman belakang fakultas. Hingga sore ini hari masih sangat cerah. Untungnya tempatku sekarang dinaungi pohon-pohon rindang, ditambah dengan angin bertiup sepoi-sepoi sejak tadi. Semakin nyaman untuk tidur.
Aku kemudian menyadari sosoknya yang mengambil tempat di depanku. Kantukku hilang begitu saja. Kemudian dia mengeluarkan buku sketsa dan peralatan menggambarnya.
"Sudah lama aku tak melihatmu menggambar," aku tak tahan berkomentar.
"Kau pikir apalagi yang kulakukan di kelas kalau bukan ini," dari nadanya seolah aku tak pernah tahu dia berkuliah di jurusan apa. "Kau belum menjawabku," lanjutnya kemudian.
Aku berdecak malas. Bahkan di hari secerah ini dia masih terasa menyebalkan.
"Berubah apanya maksudmu?"
Alih-alih menjelaskan, ia menghentikan kegiatannya dan menatapku dengan diam. Aku mengerutkan dahi kebingungan.
"Entahlah. Aku merasa belakangan aku melihatmu bukan seperti kau sebelumnya, menjadi banyak diam. Biasanya kau kan, ehem, terlalu bersemangat. Terlalu berisik lebih tepatnya."
Aku memaksakan tawa, "Selama ini kau memperhatikanku, eh?"
Dia mengacuhkanku dan kembali pada kegiatannya semula. Salah satu kertas sketsanya terbang karena anginnya tiba-tiba menjadi kencang. Untunglah dia berhasil menangkapnya di ujung meja.
"Lama-lama kau seperti angin yang kadang suka berubah-ubah tiba-tiba," suaranya tenang dan cenderung datar seperti biasa.
Aku tertegun cukup lama. Pemuda ini.. bisa menebak suasana hatiku kah?
.
.
Sijunjung, 7 April 2020
Ranne~

Awu awu
BalasHapus