Prasangka

Pada pertemuan singkat yang digelar ketika angin membawa wewangian sore hari, kau seperti tampak merindukan matahari pagi.

Adakah bayang-bayang yang kian memanjang menemui petang pertanda sesuatu bagimu? Aku ingin sekali menerka-nerka, sayangnya pikiranku sulit sekali bekerja sama, terlebih menyaksikan rupamu begitu.

Di pengujung pertemuan ini, perlahan kau berubah seolah menjelma langit yang memantulkan semburat merah merona. Aku terpesona, namun kau seperti menyimpan amarah.

Andai pertemuan ini berlangsung bersama perhelatan hujan, barangkali aku akan tak apa jika kau melebur bersama suara jatuhnya. Sebab aroma yang ditawarkan setelahnya mampu mengusir segala bentuk prasangka yang kini bertuliskan namamu.

.
.

Sijunjung, 3 Mei 2020
Ranne~

Komentar