Muara (2)

source: pinterest
Barangkali waktu tak pernah benar-benar menghapus kenang yang entah sudah dimakan usia, telah tergerus bersama cuaca yang setiap hari berubah, juga bentangan yang memanjang memisah kau dan aku di tengah antara.

Berpuluh tahun setelah ini, apakah sekerat memori mengingat jelas warna teduh yang kaupancarkan dari sorot mata yang berkali-kali kurekam ke dalam ingatan berulang-ulang yang menggantung di langit-langit kamar agar selalu kubawa setiap kali bertualang ke dalam mimpi.

Beribu mil jarak dari sini, akankah sepasang telinga menjadi asing mendengar suara tawamu yang diam-diam pernah kuabadikan ke dalam selembar kertas yang kulipat menjadi perahu yang kemudian kuhanyutkan pada kali kecil yang butuh berhari-hari untuk sampai ke muaranya.

.

.

Bandung, 7 September 2022

Ranne~ 

Komentar